Aku bukan pendeta juga bukan biarawati ataupun orang yang religius yang bisa mengajarkanmu akan pengertian tentang kasih sayang dari Yang Maha Esa, sebab aku hanyalah manusia biasa dan fana karena masih memiliki dosa hingga akhir hayat yang juga selalu merasakan haus akan kasih sayang dari-Nya. Aku tidak mengejar ketenaran dari apapun yang dapat diberikan oleh dunia ini, namun dari luruk sanubariku sangat mengharapkan akan pengampunan dari-Nya sebab dari Dia-lah aku memperoleh yang disebut dengan kehidupan.
Aku menangis
di kala aku sedih karena kesendirianku, aku takut tersesat hingga ke
jurang gelap yang dalam, dan aku takut tidak mampu lagi mengenali dunia
kenyataan. Apakah karena beban akan rutinitas hidup di fana membuat
pikiranku menjadi tidak menentu hingga membuatku mengambil langkah yang
ceroboh sehingga aku menjadi mudah frustasi? Aku tidak tahu hingga
saat ini. Hingga malam bersinarkan rembulan yang terpaksa menggunakan
bantuan cahaya matari untuk tetap bisa menyinari bumi. Terus terang aku
sering tidak yakin akan kemampuanku untuk bangkit berdiri seperti dulu
kalanya saat pertama kali menghembuskan nafas dengan kencang dan kuat
kala menghadapi dunia baru setelah dilahirkan keluar dari rahim yang
hangat dan nyaman. Apakah aku masih bisa mempertahankan kepercayaan
diri yang perlahan namun pasti luntur dari diriku? Kurasa hanya Tuhan
yang tahu karena aku tidak sanggup untuk mengungkapkan dan
memprediksikannya.Kekhawatiranku akan ketidakpedulian orang terhadap sekitar menjadi berdampak pada diriku khawatir tidak ada lagi orang yang peduli denganku. Terlalu mendalamkah aku dalam memikirkan dan mempertanyakan hidup?
Aku berjanji atas namaku sendiri, aku tidak akan pernah mengucapkan kata lelah hingga kugapai cita cita yang aku inginkan. Sebab bintang-bintang di langit itu senantiasa bersinar agar segera dipetik kala impian dan pencapaian cita-cita telah terlaksana dalam kemuliaan dan kerja keras. Dan kurasa aku telah sanggup menenangkan hatiku dengan selesainya lembaran ini.
Jakarta, 3 Mei 2009
No comments:
Post a Comment